9 Nasihat

Pada hari pengangkatan Al Manshur sebagai khalifah, Muqatil bin Sulaiman datang dan menghadapnya di istana. Al Manshur berkata kepada Muqatil, “Berilah aku nasehat, wahai Muqatil”.

Muqatil memberikan pilihan, “Nasehat dari apa yang aku dengar atau yang aku lihat?”
Al Manshur menjawab, “Dari yang engkau lihat.”
Muqatil berkata, “Wahai Amirul Mukminin, Umar bin Abdul Aziz memiliki sebelas anak.”

“Ketika wafat, beliau meninggalkan uang delapan belas dinar. Untuk membayar kain kafan lima dinar dan untuk tanah liang kuburnya empat dinar. Sisanya sembilan dinar diwariskan kepada ahli warisnya.

Hisyam bin Abdul Malik, memiliki sebelas anak.” “Ketika beliau wafat, warisan yang diperoleh oleh masing-masing anaknya satu juta dinar. Demi Allah, wahai Amirul Mukminin, pada suatu hari aku melihat salah seorang anak Umar bin Abdul Aziz bersedekah seratus ekor kuda untuk keperluan jihad fi sabilillah. Dan pada hari yang sama, aku melihat salah seorang anak Hisyam bin Abdul Malik sedang meminta-minta di pasar.”

Orang-orang bertanya kepada Umar bin Abdul Aziz menjelang wafatnya, “Apa yang engkau tinggalkan untuk anak-anakmu?” Beliau menjawab, “Aku tinggalkan untuk mereka takwa kepada Allah. Jika mereka menjadi orang-orang yang saleh maka Allah yang akan mengurus mereka, jika tidak menjadi orang-orang yang saleh maka aku tidak akan menolong mereka untuk bermaksiat kepada Allah.”

Kisah ini memiliki banyak pelajaran bagi para orang tua dalam mendidik anak.

  • Pertama, pentingnya pendidikan akhlak dan takwa kepada Allah SWT. Dalam Surat An Nisa ayat 9, Allah berfirman. “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka kuatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”
  • Kedua, meskipun seseorang telah memiliki kedudukan yang tinggi hendaknya selalu meminta nasehat dari ulama yang saleh.
  • Ketiga, nasehat praktis lebih berkesan di hati dibandingkan nasehat secara teoritis.
  • Keempat, kesalehan orang tua menjadi penyebab anak- anaknya mendapatkan perlindungan dari Allah. ” …dan ayah mereka berdua seorang yang saleh. …” (Surat Al Kahfi: 82)
  • Kelima, keteladanan orang tua sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian yang baik bagi anak.
  • Keenam, pentingnya sikap bijaksana dalam memberikan nasehat kepada manusia.
  • Ketujuh, memberikan contoh yang tepat sesuai dengan keadaan orang yang dinasehati.
  • Kedelapan, kita ikut berdosa jika kita memberikan uang kepada seseorang dan kita tahu kemungkinan besar uang tersebut akan digunakan untuk maksiat kepada Allah.
  • Kesembilan, anak-anak merupakan amanat, kewajiban kita mendidik mereka dengan sebaik-baiknya. Allah berfirman yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu,…” (Surat At Tahrim: 6)

Dengan gambaran ini, marilah kita berdoa kepada Allah agar anak cucu kita menjadi anak yang saleh. Seperti halnya doa Nabi Ibrahim kepada putranya Nabi Ismail.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: