Wanita yang Mencukur Rambutnya

Rambut adalah mahkota kecantikan seorang wanita. Karena itu, tidak bisa dibenarkan seorang wanita mencukur rambutnya kecuali karena  sakit atau alasan darurat yang lain. Islam memang berpesan kepada kaum laki-laki untuk mencukur atau memotong rambutnya ketika tengah menjalani ibadah haji atau umrah, seperti yang difirmankan oleh Allah Yang Mahasuci,:“Jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempatnya.” (al-Baqarah: 196)

Tetapi, kepada kaum wanita, Islam justru melarang mereka mencukur rambut kepala mereka. Pasalnya, hal itu oleh Islam dianggap sebagai perbuatan memburukkan ciptaan Allah. Sedangkan, Rasulullah saw. telah bersabda,“Janganlah sekali-kali kalian memburukkan ciptaan Allah, sekalipun itu terhadap seekor anjing yang suka menggigit.”

Ada wanita yang karena terlalu sedih menghadapi musibah, mereka lantas mencukur rambutnya. Sehingga, hal itu mengundang murka Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahaagung. Padahal, seharusnya mereka bersabar menghadapi cobaan itu. Rasulullah saw. berpesan supaya kita bersabar ketika ditimpa musibah, terlebih musibah kematian, “Sesungguhnya letak kesabaran itu pada benturan yang pertama.”

Juga sebagaimana yang difirmankan oleh Allah,: “Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.’ Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (al-Baqarah : 155-157)

Sangat mungkin seorang wanita merasa sedih sekali karena ditinggal mati oleh suaminya. Tetapi berdasarkan pengalaman, waktu akan membuat ia melupakan kesedihannya lantaran ia sudah akan menikah lagi.

Islam melarang seorang wanita mencukur rambutnya seperti bentuk laki-laki. Namun, dewasa ini kita justru menyaksikan banyak remaja wanita yang mencukur rambut mereka sedemikian rupa. Sehingga, kita susah membedakan mereka dengan remaja laki-laki.

Suatu hari Nabi saw. melihat beberapa helai rambut Aisyah berjatuhan karena rontok. Beliau lalu bersabda,

“Barangsiapa punya rambut hendaklah ia rawat dengan baik.”

Aisyah kemudian memberesinya, sehingga kelihatan rapi dan seolah-olah kembali lagi seperti semula.

Dikutip dari :

Lihat, Wanita-Wanita Penghuni Neraka, Abdul Muis Khattab, Terbitan Akbarmedia (Bestseller)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: