Panduan melaksanakan i’tikaf

Pengertian i’tikaf

i’tikaf adalah niat bertempat tinggal  atau berdiam diri di dalam masjid. adapun hukumnya menurut ijma ulama adalah sunnah muakkad. adapun waktu pelaksanaan i’tikaf lebih utama  dilkukan pada 10 hari terakhir di bulan romadhon,  karena bersumber pada al quran dan hadist nabi

Al Qur’an

  • Q.S Al Baqoroh 187 : “dan janganlah kalian menyetubuhi istri – istri kalian padahal kalian sedang i’tikaf di masjid
  • Q.S Al Baqoroh 125 : ” agar kalian berdua (ibrohim dan ismail) mensucikan rumahku untuk orang orang yang berthawaf dan beri’tikaf

As Sunnah

  • Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: Bahwa Nabi saw. selalu iktikaf pada sepuluh terakhir bulan Ramadan. (Shahih Muslim No.2002)
  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: Adalah Rasulullah saw. jika telah masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, beliau menghidupkan malam (untuk beribadah), membangunkan istri-istrinya, bersungguh-sungguh (dalam ibadah) dan menjauhi istri. (Shahih Muslim No.2008)
  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: Adalah Rasulullah saw., beliau bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, tidak seperti pada hari lainnya. (Shahih Muslim No.2009)

Tujuan i’tikaf

  1. Membersihkan hati dengan menanamkan perasaan selalu diawasi oleh allah swt.
  2. Menjauhkan diri dari kesibukan masalah dunia untuk memasrahkan diri kepada allah swt.
  3. Senantiasa beribadah di rumah allah mengharapkan rahmat dan perlindungan dari allah dari ancaman musuh musuh dan tipu muslihat

Hukum itikaf

  • Wajib, apabila di nadzarkan
  • Sunnah muakad, pada 10 hari terakhir bulan romadhon
  • Dianjurkan, kapan saja diluar 10 hari bulan romadhon

Syarat Syarat i’tikaf

  • Islam
  • Berakal sehat
  • Dilaksanakan di masjid
  • Niat (Nawaitu itikaf fi hadzal majidi sunnatal lillahi taala)
  • Bersih dari Hadast besar (junub, haid dan nifas)
  • Diijinkan oleh suami bagi wanita

Adab i’tikaf

  • Dianjurkan agar selalu menyibukkan diri dengan sholat, tadarus al quran, dzikrullah, istighfar, merenungi ciptaan allah, sholawat, mengkaji al quran, hadist dan kisah para nabi dan orang sholeh
  • Disunahkan pula bagi mu’takif (orang yang beritikaf) dalam keadaan puasa apabila dilakukan diluar bulan romadhon
  • Disarankan pula beri’tikaf di masjid Jami( masjid yang digunakan untuk sholat jumat)
  • Dianjurkan beri’tikaf di bulan romadhon karena terdapat malam yang istimewa yaitu malam lailatul qodar yang nilainya lebih baikdari 1000 bulan
  • Dianjurkan beritikaf sampai malam I’ed(malam takbiran) agar keesokan paginya langsung melakukan sholat idul fitri
  • Menghindari ucapan/ obrolan yang tidak bermanfaat

Hal – Hal yang makruh dalam i’tikaf

  • Meninggalkan salah satu adab
  • Membawa barang dagangan ke masjid
  • Melakukan transaksi jual beli
  • Membisu dengan alasan memdekatkan diri pada allah
  • Mengisi waktu itikaf dengan belajar dan menulis saja
  • Menyibukkan diri selain tadarus, sholat
  • Mengucapkan salam kepada orang yang jauh tempatnya, kecuali dekat diperbolehkan

sumber: link

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: