Ilmu Tasawuf dan Ilmu Hikmah

PENGERTIAN TASAWUF

Tasawuf berasal dari kata dasar “sufi”, yang berarti :

Tidak  mengherankan  kalau  kata  sufi dan tasawuf dikaitkan dengan   kata-kata   Arab   yang   mengandung   arti   suci. Penulis-penulis banyak mengaitkannya dengan kata:

  • Safa dalam arti suci dan sufi adalah orang yang disucikan. Dan memang, kaum sufi banyak berusaha menyucikan diri mereka melalui banyak melaksanakan ibadat, terutama salat dan puasa.
  • Saf (baris). Yang dimaksud saf di sini ialah baris pertama dalam salat di mesjid. Saf pertama ditempati oleh orang-orang yang cepat datang ke mesjid dan banyak membaca ayat-ayat al-Qur’an dan berdzikir sebelum waktu salat datang. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang terdepan yang berusaha membersihkan diri dan dekat dengan Tuhan.
  • Ahl al-Suffah, yaitu para sahabat yang hijrah bersama Nabi ke Madinah dengan meninggalkan harta kekayaannya di Mekkah. Di Madinah mereka hidup sebagai orang miskin,  tinggal di Mesjid Nabi dan tidur di atas bangku batu dengan memakai suffah, (pelana) sebagai bantal. Ahl al-Suffah,  sungguhpun tak mempunyai apa-apa, berhati baik serta mulia  dan tidak mementingkan dunia. Inilah pula sifat-sifat kaum sufi.
  • Sophos (bahasa Yunani yang masuk kedalam filsafat Islam)  yang berarti hikmat, dan kaum sufi pula yang tahu hikmat.  Pendapat ini memang banyak yang menolak, karena kata sophos telah masuk kedalam kata falsafat dalam bahasa Arab, dan ditulis dengan sin dan bukan dengan shad seperti yang  terdapat dalam kata tasawuf.
  • Suf (kain wol). Dalam sejarah tasawuf, kalau seseorang   ingin memasuki jalan tasawuf, ia meninggalkan pakaian mewah yang biasa dipakainya dan diganti dengan kain wol kasar yang ditenun secara sederhana dari bulu domba. Pakaian ini  melambangkan kesederhanaan serta kemiskinan dan kejauhan  dari dunia.

Tasawuf merupakan sebuah tingkah laku yang bersungguh-sungguh (dalam berbuat baik) dan meninggalkan sifat-sifat tercela (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 7).

Aslinya Tasawuf (yaitu jalan tasawuf) adalah tekun beribadah, berhubungan langsung kepada ALLAH, menjauhi diri dari kemewahan dan hiasan duniawi, Zuhud (tidak suka) pada kelezatan, harta dan pangkat yang diburu banyak orang, dan menyendiri dari makhluk di dalam kholwat untuk beribadah (Lihat kitab Zhuhrul Islam IV-Halaman 151).

Adapun batasan tasawuf menurut Imam Junaid, berkata :

yaitu bahwa kebenaran mematikanmu dari dirimu dan kebenaran tersebut menghidupkanmu dengan kebenaran tersebut. Dan ia berkata juga : Adalah kamu bersama ALLAH tanpa ketergantungan. Dan dikatakan : Masuk pada segala ciptaan yang mulya dan keluar dari segala ciptaan yang hina. Dan dikatakan : Yaitu akhlak mulia yang tampak pada zaman yang mulia beserta kaum yang mulia. Dan dikatakan : Bahwa kamu tidak memiliki sesuatu dan sesuatu itu tidak memiliki kamu. Dan dikatakan : Tasawuf itu dibangun atas 3 macam : (1) Berpegang dengan kefakiran dan menjadi fakir (2) kenyataan berkorban dan mementingkan orang lain (3) Meninggalkan mengatur dan memilih (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 4).

PENGERTIAN ILMU HIKMAH

Ilmu hikmah adalah sebuah ilmu kebatinan dengan metode zikir dan doa, adakalanya juga dengan mantra berbahasa Arab atau campuran tetapi tidak bertentangan dengan akidah dan syari’at Islam, ditujukan untuk urusan duniawi seperti kekebalan, pangkat, karir, perjodohan, pengasihan dan lain-lain.

Amalan ilmu hikmah adalah suatu amalan yang diambil dari ayat-ayat suci Al-Qur’an dan Doa’ serta Asma’,yang diamalkan dengan tujuan tertentu.Dan dalam Ayat-ayat Al-Qur’an dan Do’a serta Asma’ sangat banyak fungsinya yang bisa di manfaatkan dalam berbagai hal,seperti: menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan,dan kali ini aku sendiri ingin berbagi dengan temen-temen ,dan mengamalkan suatu ilmu hikmah yang aku ketahui dari berbagai sumber yang telah aku pelajari,dan sesungguhnya dalam berhasil atau tidaknya amalan ilmu hikmah yang kita amalkan tergantung dari dari diri kita sendiri, serius atau tidak dalam mengamallkannya .Karena dalam ilmu hikmah sendiri masih dibagi lagi tingkat kematangan ilmunya,bila seseorang hamba istiqomah mengamalkannya dan telah diamalkan dalam waktu yang lama ,maka ilmu hikmah itu sendiri akan mendarah daging dalam tubuhnya atau menyatu dan sudah menjadi kebiasaan untuk mengamalkannnya.Maka Allah SWT akan mengabulkan dan memenuhi permintaan hambanya tersebut ,lantaran ayat-ayat Al-Qur’an, Do’a dan Asma’ yang diamalkannya.

TATA CARA MENGUASAI TASAWUF

Maka wajiblah beramal dengan Islam, Maka tidak ada tasawuf kecuali terlebih dulu dengan fiqih, karena fiqih untuk mengetahui hukum-hukum ALLAH Ta’ala yang lahir. Tiada fiqih kecuali dengan tasawuf, karena tidak ada amal dengan kebenaran pengarahan (kecuali dengan tasawuf). Begitu juga tidak ada tasawuf dan fiqih kecuali dengan Iman, karena tidaklah sah salah satu dari keduanya (fiqih dan tasawuf) tanpa aqidah keimanan. Maka wajiblah mengumpulkan ketiganya (Aqidah, Fiqih, Akhlaq) . (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 5).

Imam Malik berkata : Barangsiapa bertasawwuf tapi tidak berfiqih maka dia telah kafir zindiq (pura-pura beriman), dan barangsiapa yang berfiqih tapi tidak bertasawuf maka dia telah (berdosa) dan barangsiapa yang mengumpulkan keduanya (fiqh dan tasawwuf) maka dia telah benar. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 6).

Jadi Tasawwuf itu harus melalui Iman (akidah), Islam (syari’ah) dan Ihsan (Hakikat). Tasawuf diperoleh dalam 4 tahap : Syari’ah, Thoriqoh dan Hakikah. Maka Syari’ah adalah menyembah ALLAH, Thoriqoh adalah menuju ALLAH, dan Hakikah adalah menyaksikan ALLAH. Atau Syari’ah itu untuk memperbaiki lahiriah, Thoriqoh untuk memperbaiki bathiniah (hati), dan Hakikah untuk memperbaiki Sir (Rahasia diri).

Memperbaki anggota tubuh dengan 3 perkata : Taubat, Taqwa dan Istiqomah. Dan memperbaiki hati dengan 3 perkara : Ikhlas, jujur dan tenang.

Memperbaiki Sir (Rahasia Diri) dengan 3 perkara : Muroqobah (saling mengawasi antara diri dan ALLAH), Musyahadah (saling menyaksikan antara diri dan ALLAH), dan Ma’rifah (Mengenal ALLAH secara mutlak dan jelas).(Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 11).

Harus melalui Ikhlas tingkat tertinggi (Khowwasul Khowwash). Dan ikhlas itu ada 3 derajat :

  1. Derajat Awam (umumnya manusia)
    ikhlasnya orang awam yaitu mengeluarkan makhluk dari beribadah kepada ALLAH beserta mencari bagian-bagian dunia dan akhirat. seperti menjaga badan, harta, keluasan rizki, perdagangan dan yang indah dipandang
  2. Khowwash
    Ikhlasnya Khowwash adalah mencari bagian akhirat tanpa mencari bagian dunia.
  3. Khowwasul Khowwash.
    Dan ikhlasnya Khowwashul Khowwash adalah mengeluarkan bagian-bagian semuanya (dunia dan akhirat). Maka ibadah mereka adalah sebenar-benar penyembahan, dan melaksanakan tugas-tugas dari ALLAH, atau cinta dan rindu melihat-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Faridh: “Bukanlah permintaanku berupa surga jannatun na’im, hanya saja aku mencintai surga untuk melihat-Mu” (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 31-32).

TATA CARA MENGUASAI ILMU HIKMAH

Dengan puasa, zikir/wirid/do’a, mengurai tidur, membaca ayat-ayat Qur’an, dengan mantra asma’, sya’ir-syair yang dibuat para Ulama Hikmah atau yang didapat dari ilham para Ulama Hikmah atau dari ilham Ahli Tasawuf dan lain-lain.

Adapun syarat untuk menguasai Ilmu Hikmah adalah :

  1. Beragama Islam
  2. Berkeyakinan bahwa ilmu hikmah ada dan dapat dikuasainya
  3. Berbaik sangka kepada diri sendiri, kepada ALLAH dan kepada ilmu hikmah itu sendiri bahawa kita harus yakin boleh, yakin ALLAH memberi dan yakin ilmu hikmahnya berguna bagi dirinya
  4. Melakukan amalan  seperti berpuasa jika diharuskan berpuasa, konsentrasi, wirid / membaca amalannya dengan waktu dan jumlah yang ditentukan. Semakin diwirid, ilmu hikmah semakin mendarah daging hingga ALLAH SWT mudah memberi apa yang kita minta. Pepatah mengatakan, “Setiap wirid pasti ada warid (hasil)”. Ketentuan puasa dengan mensyaratkan makanan tertentu hukumnya tidak wajib, sekadar menahan nafsu duniawi dari kebiasaan selama ini, sebagaimana diterangkan dalam Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jailani yang menetapkan murid-muridnya untuk tidak makan daging sebelum sempurna jadi waliyyullah
  5. Bila ditransfer ilmu oleh Guru Hikmah, harus diyakini telah masuk ke tubuh anda dan itu bersifat pembangkit. Dan tajamnya ilmu bergantung wirid  atau amalan yang sering dibaca.  Guru Hikmah diibaratkan hanya memberi pisau tumpul atau tajam, maka akan menjadi atau semakin tajam pisau tersebut jika diasah. Jika tanpa ditransfer oleh Guru Hikmah, ilmu hikmah boleh  bangkit tapi lama atau tergantung keberuntungannya masing-masing orang, tetapi jika ditransfer maka akan mempercepat proses bangkitnya suatu ilmu di diri orang tersebut
  6. Ilmu Hikmah bersumber dari ajaran Islam atau dari amalan wirid Ulama’ Hikmah
  7. Ilmu Hikmah akan bermanfaat jika dilakukan untuk kebaikan, tidak untuk kesombongan, pamer atau menunjuk-nunjuk.
  8. Ilmu Hikmah masih tetap ada atau masih bagus dayanya di tubuh orang selama dia menjauhi segala larangan Allah ( Minum minuman keras, mencuri, berzina, kafir, menagih dadah, syirik, main judi dll)
  9. Ilmu Hikmah tidak semuanya dapat didemonstrasikan kerana sifatnya defensif atau jaga diri atau datang ketika diperlukan
  10. Ilmu Hikmah bermanfaat jika digunakan untuk keseriusan bukan cuba-cuba / main-main
  11. Ilmu Hikmah, mantera asma’ dan sejenisnya adalah sarana, atau doa, atau sugesti keyakinan diri dan bukannya yang boleh memberi  kuasa sehinggakan dianggap sebagai  Tuhan. Dan sarana harus suci dan halal, tidak boleh bertentangan dengan ajaran Islam

TUJUAN TASAWWUF

Tujuannya adalah Ma’rifatullah (hanya mengenal dan bersama ALLAH secara mutlak)

TUJUAN HIKMAH

Tujuannya masalah duniawi seperti keselamatan, kekebalan, kesaktian, pengasihan, jodoh, ramalan, pengobatan, kerejekian, pangkat jabatan, menghancurkan musuh dan lain-lain .

KEKUATAN LUAR BIASA

Kekuatan luar biasa ilmu hikmah termasuk kekuatan luar biasa Hissiah (panca indera/lahiriah) seperti berjalan di atas air, terbang di udara, melipat bumi, menimbulkan air, menarik makanan, tampaknya kegaiban dan lain-lain. Seseorang  yang mempunyai Ilmu Hikmah, kadang kala lebih banyak dibantu oleh kekuatan gaib terutama yang datang dari bangsa jin muslim.

Dan kekuatan luar biasa ahli tasawwuf adalah Hakikah / Ma’nawiyyah (sebenar-benarnya karomah) yaitu istiqomahnya (kontinyu) seorang hamba kepada Tuhannya dalam lahir dan bathin. Terbukanya hijab dari hatinya sehingga mengenal jelas Tuhannya. menguasai dirinya dan berbeda dengan hawa nafsunya, kuat yakinnya dan diamnya, tenang dengan ALLAH. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).

Imam Ibnu ‘A-tho-illah berkata : Seringkali ALLAH memberi rizki karomah (kekeramatan) pada orang yang tidak sempurna isqomahnya. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).

Yang diambil pelajaran oleh Ahli Tahqiq (Ahli Tasawwuf sejati) adalah jangan mencari karomah Hissiah ini dan jangan berpaling kepadanya. Karena kadang tampak karomah Hissiah ini pada tangan orang yang tidak sempurna istiqomahnya. Bahkan kadang tampak pada tangan orang yang tidak ada istiqomah sama sekali, seperti para tukang sihir dan dukun. Dan kadang tampak pada tangan-tangan Rahib (pendeta).Dan ini bukanlah karomah tapi Istidroj. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 317).

Imam Abu Yazid Al Bustomi berkata : “Jika kamu melihat seseorang yang diberikan karomah (kekeramatan) sehingga dia dapat terbang di udara maka janganlah kamu tertipu dengannya sehingga kamu melihat bagaimana kamu mendapatkan dia melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, menjaga batasan-batasan, dan melaksanakan syari’at” (Lihat kitab Risalah Qusyayriyyah halaman 14 atau buku 40 Masalah Agama III halaman 38)

Demikian sekilas perbedaan antara Ilmu Tasawuf dan Ilmu Hikmah atau Perbedaan antara Sufi dengan Dukun. Apabila seseorang yang ingin memasuki Dunia Sufi-Tasawuf, hendaklah membuang jauh-jauh akan segala bentuk ilmu hikmah yang bertujuan meraih kehidupan Duniawi. Sebab Tujuan Ilmu tasawuf adalah untuk mengetahui dan mengenal Allah, bukan lainNya. Semoga kita semua senantiasa selalu mendapat Rahmat dan Ridho Allah SWT, Amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: